Third Trip Gunung Cikuray (2818 mdpl) Garut, Jawa Barat

Bismillahirrahmanirrahiim

Setelah 2 tahun organisasi ini berjalan kami pun akhirnya merekrut anggota baru sebanyak 2 angkatan disetiap angkatan ada 6 orang dan anggota baru dari angkatan kami berjumlah 5 orang, tetapi yang bisa ikut pada perjalanan selanjutnya hanya 8 orang 4 dari angkatan pertama dan 4 lagi dari angkatan kedua. Perjalanan kami selanjutnya yaitu menuju Gunung Cikuray ( 2818 mdpl) Garut, Jawa Barat pada tanggal 25-27 Mei 2013, gunung ini merupakan gunung tertinggi di garut dan keempat tertinggi di Jawa Barat setelah Ciremai, Pangrango dan Gede. Ada dua jalur pendakian menuju puncak gunung cikuray yaitu melewati Cilawu yang dapat ditemuh selama 6-7 jam dan lewat bayongbong yang dapat ditempuh selama 5-6 jam, jalur ini lebih dekat tetapi tidak banyak pendaki yang melewati jalur ini karena jalan yang sudah mulai tertutupi oleh rumput.

Perjalanan kami mulai dari rumah masing-masing pada pukul 08.00 dan berkumpul di terminal kp.Rambutan pukul 10.00, karena waktu habis untuk menunggu teman kami yang  masih dalam perjalanan terpaksa dia kami tinggal dan agar naik bus sendiri ke Garut, kami berangkat pukul 12.10 dari term.kp.Rambutan menuju Garut dengan bus Wanaraja seharga Rp.35.000 perjalanan kami lumayan cukup jauh dan ditambah macet di daerah rancaekek membuat kita ngaret menjadi 6 jam perjalanan, pukul 18.15 kami tiba di Terminal Guntur, Garut dan bergegas untuk menunaikan ibadah sholat maghrib plus isya dan plus sholat-sholat yang kami ketinggalan, setelah melaksanakan ibadah ternyata teman kami andhika yang sempat kami tinggalkan sampai juga dia di Garut.

Setelah memeriksa ulang barang-barang dan membeli barang yang kurang seperti air karena di Gunung Cikuray tidak terdapat mata air dan  satu-satunya mata air hanya sebatas Pos Pemancar TV, kami pun berangkat dengan carter mobil angkot menuju Cilawu selama 30 menit kemudian berangkat dengan berjalan kaki dari Cilawu menuju Pemancar yang membutuhkan waktu 3 jam perjalanan melewati desa penduduk, hutan dan kebun teh. Setelah kami keluar dari desa penduduk kami harus registrasi di Pos dengan biaya Rp.5000/org, kemudian kami melanjutkan perjalanan sampai Pemancar TV dan tiba pukul 24.00 WIB sedikit terlambat karena kami tersesat dan salah satu dari kami ada yang  terjebak masuk kedalam jebakan babi hutan dan berhasil diselamatkan. Setelah tiba di Pos pemancar Tv kami pun beristirahat dengan mendirikan tenda.

cikur

pemancar TV

cikuray

pemandangan dari pemancar

cikura

pemandangan kebun teh

Hari yang ditunggu pun tiba, saat kami bangun langsung disambut dengan Sun Rise yang begitu indah dan inilah pemandangan yang selalu kami rindukan. Setelah semua packing kami pun bersiap untuk mendaki tetapi sebelumnya kami harus registrasi ulang dengan membayar seikhlasnya, jalur perjalanan pertama kami lumayan menajak tetapi tidak terasa lelah karena disetiap perjalanan kami selalu disambut dengan pemandangan perkebunan teh yang begitu indah bagaikan permadani hijau yang terbentang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan sampai tiba di pos pertama dan istirahat sejenak, tidak menunggu lama kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya dan ternyata banyak pendaki yang turun karena memang hari itu adalah hari minggu kemudian sampai di pos dua setelah menempuh 2 jam perjalanan, tidak terlihat pemandang lagi pada saat perjalanan karena banyak tertutupi pohon dan 1 jam kemudian kami tiba di pos tiga dengan istirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan menuju pos 4 selama kurang lebih 1,5 jam, di pos 4 sekitar pukul 10.25 kami mengeluarkan logistik untuk menambah energi dan stamina karena jalur yang kami lalui lumayan begitu menanjak.

Setelah istirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju pos 5 selama 1 jam disini terdapat pipa tempat mengalirkan air karena bukan musim hujan pipa pun kering, dan kami meneruskan perjalanan ke pos 6 selama kurang lebih 2 jam dan menuju pos 7 atau pos bayangan selama 30 menit, dan akhirnya kami pun sampai di puncak gunung Cikuray setelah 7 jam perjalanan semua lelah pun terbayarkan dengan pemandangan kota garut yang terbentang luas ditambah dengan view gunung papandayan dan gunung guntur yang turut menghiasi. Kami pun segera mendirikan tenda karena hari mulai sore dan kabut pun mulai naik, kami menjalani malam yang begitu dingin karena hujan lebat turun sekitar pukul 19.00-an.mantapp

pemandangan kota garut

Keesokan harinya, kami disambut dengan sun rise dari Gunung cikuray dan dengan pemandangan kota Garut yang masih terang dengan kilau lampu bagaikan kunang-kunang di gelapnya malam. Dari sini kita banyak kenalan dengan pendaki lain yang umurnya lebih tua dari kami, kemudian pada pukul 09.00 Wib kami pun turun menuju pemancar dengan waktu tempuh 4 jam. Dari pemancar kami menaiki losbak menuju terminal guntur dengan biaya Rp.20.000/org.

Next trip 17 Gunung Slamet (3432 mdpl) Purbalingga, Jawa tengah

Iklan

Komentar untuk Tulisan ini !!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s